Manfaat Sarang Semut

Istilah sarang semut memang cukup membingungkan banyak orang karena istilah ini lebih banyak dikenal sebagai tempat tinggal semut yang umumnya berupa lubang-lubang di tanah, bangunan, atau daun-daun pohon yang dibuat sendiri oleh koloni semut jenis tertentu, misalnya semut merah, rangkang, semut hitam, atau semut putih. Namun sarang semut yang dimaksud disini adalah tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar yang batang bagian bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai sarang semut jenis tertentu. Tumbuhan ini memang seperti itu, sejak dari biji kecambah batang bagian bawahnya secara progresif menggelembung dengan sendirinya.

Dalam waktu beberapa bulan, di dalam batang terbentuk rongga-rongga yang cukup kompleks mirip sarang semut. Rongga-rongga itu pada akhirnya akan menarik perhatian semut-semut jenis tertentu untuk datang dan akhirnya membentuk koloni di dalamnya, tentunya ada semacam kolaborasi antara tumbuhan tersebut dengan koloni semut. Dalam istilah botani dikenal dengan nama simbosis mutualisme. Artinya, tumbuhan menyediakan tempat tinggal serta nutrisi bagi koloni semut tersebut dan sebagai imbalannya semut-sebut tersebut memberikan perlindungan terhadap ancaman herbivora (pemakan tanaman) seperti ulat dan juga menyediakan pupuk organik bagi tanaman dalam bentuk debris (limbah) semut. Manfaat sarangs emut sendiri memiliki banyak khasiat untuk beberapa penyakit.

sarangsemut-papua

Penggunaan sarang semut sebagai bahan obat dapat diperoleh dari penduduk lokal di Papua. Pada umumnya mereka mengonsumsi sarang semut sebagai obat penyembuh berbagai macam gangguan kesehatan. Manfaat sarang semut sudah terbukti untuk mengobati asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, tumor dan lain-lain.

Manfaat sarang semut lainnya adalah sebagai melancarkan dan meningkatkan ASI. Kandungan multi-mineral dari tumbuhan ini mempunyai manfaat penting dalam mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan bagian kewanitaan (sari rapet). Sarang semut juga bisa memulihkan gairah seksual yang loyo karena terkandung antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral di dalamnya.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Minum Sarang Semut

Untuk sarang semut dalam bentuka serbuk, tuangkan 1 sendok makan penuh bubuk sarang semut ke dalam gelas. lalu diseduh dengan 250 ml air mendididh. Setelah seduhan menjadi hangat atau dingin, segera saring dan minum (tanpa ampas).

 

 

1. Dosis minum bubuk Sarang Semut

 

 

 

Gambar : 1 sendok makan bubuk sarang semut

 

                                                                                  Gambar : seduhan 1 gelas bubuk sarang semut

a. Dosis untuk orang dewasa 

- Untuk pengobatan penyakit tertentu : minum 2-3 gelas per hari.

- Untuk pencegahan dan menigkatkan stamina : minum secara teratur 1-2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Setiap 1 gelas = 1 sendok makan penuh dengan air mendidih 250 ml.

b. Dosis untuk anak-anak dibawah usia 10 tahun

- Untuk usia 10 tahun keatas : 1 sendok makan (jangan terlalu penuh) 1 gelas per hari

- Untuk usia dibawah 10 tahun : 1/2 dari takaran orang dewasa. Setiap takaran hanya untuk 1 kali pemakaian. 1 gelas perhari.

2. Dosis minum Kapsul Sarang semut :

Gambar : Kapsul sarang semut

a. Takaran untuk orang dewasa

- Untuk pengobatan penyakit berat : 3 kali sehari masing-masing 1-2 kapsul.

- Untuk pengobatan penyakit ringan : 2 kali sehari masing-masing 1-2 kapsul per hari.

- Untuk pencegahan dan meningkatkan stamina : 1 x 1 kapsul sehari.

b. Takaran untuk anak-anak dibawah usia 10 tahun

- Untuk pengobatan dan pencegahan : 1/2 kapsul dari dosis orang dewasa.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengolahan Sarang Semut

Sarang semut yang mengandung flavonoid ini sangat rentan dengan panas. Oleh karenanya diperlukan kehati-hatian dalam mengolah sarang semut. Sebaiknya hindari suhu pengolahan terlalu panas. Selain itu, suhu pengeringan pada oven juga harus tepat. Setelah proses pengeringan masih dilanjutkan dengan tindakan radiasi dengan sinar gamma untuk mematikan sisa kuman/bakteri sehingga benar-benar steril.

Gambar : tumbuhan sarang semut

Karena alasan itulah masyarakat tidak dianjurkan mengkonsumsi sarang semut yang hanya diproses dengan pengeringan melalui panas sinar matahari. Sebab, suhu pemanasan tidak stabil sehingga rentan munculnya cendawan dan bakteri. Apalagi jika kulit terluar Myrmecodia pendans yang berduri tidak dikupas, tapi langsung diiris dan dijemur. Kulit sarang semut sebagaimana hasil penelitian Ahkam Soebroto dari Pusat penelitian Bioteknologi LIPI mengandung zat-zat berbahaya yang terbentuk dari reaksi udara dan alam. Konsumsi kulit terluar menimbulkan efek negatif, bahkan bisa mengakibatkan keracunan.

 Gambar: Proses ekstrasi sarang semut

Sarang semut dalam bentuk lempengan juga mempunyai kelemahan. Musababnya, kadar zat aktif dari air liur semut yang menempel di setiap lempengan tidak merata. Mengkonsumsi lempengan sarang semut tidak mewakili dosis yang tepat. Sarang semut yang lebih efisien untuk dikonsumsi adalah ekstraksi yang dikemas dalam bentuk kapsul. Ekstrak sarang semut itu sudah melalui uji radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) antara 28-49 ppm.

Bila ekstrak dimurnikan aktivitas antioksidan masing-masing senyawa isolatnya menjadi rendah. Namun, proses pengolahannya pun harus menggunakan teknologi ekstrasi yang memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik). Proses ekstrasi itu mengggunakan bahan dasar air. Masyarakat awam kurang memahami proses ekstrasi yang merupakan hal mutlak untuk memperoleh sari sarang semut. Proses ekstrasi bukan dengan memasukkan serbuk sarang semut mentah ke dalam kapsul. Sebab, serbuk tidak akan larut dalam proses pencernaan melainkan akan mengendap dan mengganggu kerja organ penting seperti ginjal.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Sarang Semut Papua

Indonesia yang dikenal memiliki banyak kekayaan alam yang berlimpah dan dikenal sebagai negara megabiodeversitas, Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan. Dari jumlah itu 940 di antaranya adalah tumbuhan obat. Salah satu tumbuhan obat yang potensial dikembangkan adalah sarang semut Myrmecodia pendans. Bentuk tumbuhann yang banyak tumbuh di hutan-hutan Papua itu unik. Di bagian ujung tumbuhan terdapat daun, kemudian di bagian tengahnya menggelembung seukuran bola voli. Dalam Ilmu Botani, bagian itu disebut Kaudeks. Seluruh permukaan yang menggelembung itu penuh duri.

Gambar sarang semut asli Papua

Bila kaudeks itu dibelah, tampaklah lorong-lorong. Nah, di dalam kaudeks itulah  biasanya terdapat banyak semut. Sarang semut benar-benar menjadi sarang bagi semut. Mungkin karena itulah ia disebut sarang semut. Selain semut, cendawan endofit terdapat di dalam tumbuhan itu. Sarang semut hidup menggantung di cabang-cabang pohon hingga ketinggian belasan meter dari permukaan tanah. Di Papua sarang semut ditemukan menggantung di pohon-pohon yang tumbuh di ketinggian 2.500 mdpl.

Keberadaan semut di dalam sarang semut masih menjadi misteri. Kestabilan suhu di dalam lorong itu membuat koloni semut betah berlama-lama bersarang di dalam tumbuhan itu. Dalam jangka panjang terjadilah reaksi kimia secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam sarang semut.

Masyarakat Tiom dan Wamena menyebut sarang semut dengan nama nongon. Mereka yang tinggal di pedalaman Wamena Barat menggunakan sarang semut secara turun-temurun. Suku-suku di Bongondini dan Tolikara, Papua juga memanfaatkannya untuk mengatasi rematik dan asam urat. Bahkan jika babi-babi mereka sakit pun diberi rebusan sarang semut. Selain Myrmecodia pendans, disana terdapat 9 spesies lain.

Namun, suku-suku di bagian tengah Lembah Baliem justru tak mengenal sarang semut sebagai tumbuhan obat. Makanya jangan heran bila sarang semut dibiarkan membusuk di cabang-cabang pohon. Hendro yang tinggal di Lembah Baliem kemudian mengolah tumbuhan epifit itu setelah seorang tamunya dari pedalaman Wamena mengatakan sarang semut berkhasiat obat.

Mula-mula Hendro mengolah dan meminum sendiri rebusan sarang semut. Reaksi yang ia rasakan adalah tubuh lebih bugar. Sarang semut dapat memperbaiki metabolisme tubuh, melancarkan peredaran darah sehingga stamina meningkat. oleh karena itu Hendro memberikan serbuk sarang semut kepada kerabat yang mengidap penyakit akut. Dari situlahh akhirnya masyakarat memanfaatkan sarang semut untuk mengatasi beragam penyakit.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment